Orang yang cerdas secara emosional adalah orang yang bisa
mengenali emosinya sendiri maupun emosi orang lain, mampu mengendalikan
emosi, mampu mengambil tindakan yang tepat dan peduli terhadap apa yang
terjadi pada orang di sekitarnya. Lantas apa kaitannya kecerdasaan
emosional seseorang terhadap kesuksesannya? Orang menjadi sukses tentu
karena beberapa faktor pendukung. Banyak orang berpikir kecerdasan
intelektuallah yang membawa orang ke tingkat kesuksesan. Anggapan itu
memang benar tetapi tidak sepenuhnya dibenarkan. Pada kenyataannya,
banyak orang yang tumbuh dengan kecerdasan intelektual yang tinggi namun
ujung-ujungnya ia gagal meraih kesuksesan yang diharapkan, gagal dalam
karier maupun kehidupan pribadinya. Mengapa terjadi demikian?
Orang
bisa saja sangat cerdas, memiliki keahlian luar biasa, daya tangkap
yang cepat dan mampu menganalisa sesuatu dengan tepat, namun bila
berhadapan dengan orang lain, komunitas atau suatu organisasi ia
mengalami kesulitan sulit bergaul, sulit menerima pendapat atau masukan
dari orang lain, mudah tersingung, gampang marah, pemalu, kurang percaya
diri dan akhirnya ia pun tidak bisa bertahan. Tentu saja, orang seperti
itu akan sulit meraih kesuksesan.
Sesungguhnya dalam dunia nyata
khususnya dunia kerja dan bisnis, orang tidak cukup hanya pintar di
bidangnya saja, kita hidup di dunia ini perlu membangun hubungan dan
berinteraksi dengan orang lain. Kita tidak bisa hanya mengandalkan
kemampuan dan kepintaran kita sendiri. Akan ada suatu keadaan yang
membuat kita membutuhkan dukungan dan bantuan orang lain tak melihat itu
rekan sesama, atasan atau bawahan kita.
Kesuksesan seseorang
dapat kita lihat dari cara orang tersebut dapat mengendalikan dirinya
dengan baik, memiliki hubungan interaksi sosial yang baik positif dan
membangun, bisa berkomunikasi dengan baik, dapat menekan rasa stres,
mampu menangani beban kerja, berprestasi secara individu maupun tim.
Untuk itulah kita membutuhkan kecerdasan emosional dalam mendukung
kecerdasaan intelektual yang sudah kita miliki, mengemasnya dalam satu
kesatuan yang penting untuk bekal bagi kita menjadi orang yang sukses.
Lalu,
bagaimana cara kita mendapatkan kecerdasan emosional itu? Kecerdasan
intelektual dapat kita peroleh melalui proses belajar, tahapan sekolah,
kuliah dan proses pembelajaran lainnya yang dapat mengasah kepintaran
secara akademik. Kecerdasan emosional pun butuh proses dan latihan. Dari
kecil kita sudah dapat melatih dan berinteraksi dengan emosi kita,
kehidupan dan pola asuh yang kita dapat dalam keluarga sangat
berpengaruh dalam menangani dan melatih emosi kita agar terkontrol lebih
baik. Itu sebabnya mengapa orang-tua berkewajiban menanamkan atau
memberi latihan bagaimana mengontrol setiap emosi secara positif sejak
anak masih kecil. Pola asuh atau latihan yang kita terima dari kecil
akan memudahkan kita untuk melatih kecerdasan emosional saat kita
dewasa. Setiap hari adalah proses pembelajaran bagi kita untuk
mengenali, mengontrol dan melatih emosi kita. Dengan begitu kita tetap
dapat memberi respons yang positif terhadap berbagai bentuk emosi.
Sudah
jelas bukan, kunci kesuksesan seseorang terletak dari bagaimana cara
orang tersebut mampu mengelola emosinya secara tepat. Hanya orang yang
memiliki kecerdasan emosionallah yang dapat menangani setiap perasaannya
dengan tepat apa pun keadaannya. Oleh karena itu, orang yang cerdas
secara emosi akan sukses dalam bidang apa pun, ia bisa menjalin hubungan
yang baik dengan orang-orang di lingkungan tempatnya bekerja, bisa
mencairkan suasana yang genting, mampu mengatur diri sendiri, bisa
memberi motivasi positif, mempunyai keterampilan sosial yang impresif,
bisa menjadi pemimpin yang bijaksana, mudah berempati, sabar dan tabah.
Milikilah kecerdasan emosional yang didukung kecerdasan intelektual. Itulah awal kesuksesan kita.
Sumber : Keluarga.com
Orang yang memiliki kecerdasan emosional adalah orang sukses. Benarkah seperti itu?
Info Post
0 komentar:
Posting Komentar